<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/7011465768390517193?origin\x3dhttp://the-ackerman.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
wander;
POSTS
OWNER
LINKS
Credits
+ follow Dashboard
Bab Pendahuluan
Monday, December 2, 20136:46 AM


BAB I
PENDAHULUAN

        1.1       Pendahuluan

      Tingginya jumlah transportasi pribadi yang ada di Indonesia menyebabkan kemacetan di beberapa daerah setiap harinya, khususnya daerah ibu kota. Hal ini yang memaksa pemerintah untuk menambah transportasi umum yanng dapat mengurangi kemacetan. Salah satu transportasi umum yang kini sangat diminati salah satunya adalah KRL Commuter Jabodetabek. Selain bebas dari masalah kemacetan, biaya tiket yang murah menjadi alasan mengapa transportasi ini selalu kebanjiran penumpang setiap harinya.
         Belum lama ini pihak KRL menetapkan sistem baru untuk pembelian tiket perjalanan. Tiket dalam bentuk kertas, sekarang sudah diganti menjadi e-card dan multi-trip. Sangat disayangkan, perubahan ini justru menimbulkan masalah baru. Proses pelayanan yang lambat serta jumlah loket pembelian yang masih sedikit, menyebabkan antrian yang cukup panjang dan memakan waktu. Masyarakat pun semakin bingung dalam memilih transportasi umum.
       Ponsel cerdas belakangan ini menjadi salah satu tren yang terus meningkat di Indonesia. Lembaga riset pasar GfK mengatakan bahwa sekitar 4,5 juta ponsel cerdas yang terjual di Indonesia sepanjang Q1 2013, 2.285 juta di antaranya merupakan Android. Hal ini menjadi sebuah terobosan untuk membuat aplikasi pemesanan tiket KRL Commuter Jabodetabek berbasis Android. Selain dapat menghemat waktu, aplikasi ini diharapkan dapat mengurangi antrian di loket pembelian tiket. 

        1.2        Ruang Lingkup
   
      Ruang lingkup penulisan ini membahas bagaimana cara pembuatan aplikasi yang dapat dioperasikan pada sistem operasi Android. Aplikasi ini menyediakan jadwal kereta KRL Commuter Jabodetabek serta  membantu konsumen untuk memesan tiket e-card saja.

         1.3        Tujuan

        Sesuai dengan latar belakang masalah dan pokok permasalahan di atas, maka tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memudahkan konsumen dalam pemesanan tiket KRL Commuter Jabodetabek. Diharapkan aplikasi ini tidak hanya berguna bagi penulis tapi juga untuk semua konsumen KRL Commuter Jabodetabek.

        1.4        Metode Penulisan

      Penelitian ini membutuhkan software dan hardware dalam perancangan serta pembuatan aplikasinya. Adapun tahapannya sebagai berikut:

1.      Pengumpulan Data 
Mengumpulkan data-data yang dibutuhkan untuk pembuatan aplikasi seperti jadwal  keberangkatan kereta dan daftar harga tiket. 
2.      Merancang Tampilan Aplikasi
Merancang tampilan aplikasi yang mudah untuk digunakan bagi siapa saja sehingga aplikasi ini menjadi sangat efektif. 
3.      Merancang Script
Membuat code agar aplikasi tersebut dapat berjalan.
4.      Uji Coba Aplikasi
Melakukan uji coba sebelum aplikasi dilepas ke publik.

         1.5        Sistematika Penulisan

          Pembahasan tentang pembuatan aplikasi ini dibagi menjadi empat bab. Gambaran umum dari tiap-tiap bab akan dijelaskan sebagai berikut:
         
BAB I : Pendahuluan
Bab ini terdiri dari empat bab yang menguraikan empat pokok persoalan yang terdiri dari latar belakang, ruang lingkup, tujuan penulisan, metode penulisan dan sistematika penulisan.

BAB II : Landasan Teori
Berisi dasar teori yang digunakan dalam perancangan program. Teori ini membantu dalam menjelaskan bagaimana bahasa program dapat dijalankan.

BAB III : Perancangan dan Pembahasan
Menjelaskan tentang cara kerja aplikasi, perancangan tampilan, perancangan sistem, serta uji coba.

BAB IV : Penutup
Berisi kesimpulan dari tulisan yang sudah dijelaskan pada bab-bab sebelumnya, saran juga perbaikan atas masalah yang dibahas pada tullisan ini.

     

Labels: , ,


Post a Comment